Topik 1 dari 11

Mempertahankan Cinta Tanpa Akhir

5 menit baca

Cinta akan tumbuh dan berkembang tanpa mengenal akhir kalau kedua pasangan menerapkan prinsip SALING!

1. Saling mendukung
Sebab itu jika di dalam Al-Masih ada dorongan, ada penghiburan kasih, ada kebersamaan dalam Ruh, ada kemesraan, dan juga kemurahan, 2sempurnakanlah kebahagiaanku dengan hidup sehati sepikir, menaruh kasih yang sama, menjadi satu dalam jiwa dan tujuan. 3Jangan ada seorang pun yang mementingkan diri atau
menyombongkan dirinya sendiri, melainkan hendaklah dengan rendah hati masingmasing menganggap bahwa yang lain lebih mulia daripada dirinya sendiri. 4Masingmasing jangan hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, melainkan kepentingan
orang lain juga. (Injil Filipi 2:1-4)
Manusia dimanapun selalu membutuhkan dukungan dan dorongan. Orang akan menjadi maju
kalau ia didukung dan didorong oleh orang yang dicintainya! Contoh :

(a) Suami akan maju kariernya kalau ada istri yang mendukung sepenuh hati.

(b) Ada penelitian tentang ketahanan manusia berdiri di atas balok es. rang yang diberi support/ dukungan ternyata berhasil berdiri 2 kali lebih lama dibandingkan yang tidak diberi dukungan!

(c) Tim sepakbola yang main di kandang (ada suporternya) ternyata 80-90% memenangkan pertandingan.
Seorang bijak berkata :” Manusia tidak hanya membutuhkan roti untuk hidup, tetapi juga membutuhkan pujian (dorongan/dukungan)!”
Hans Christian Andersen (penulis cerita anak-anak terkenal) pernah berkata : ”Cemoohan membuat kita jadi dungu, tapi pujian membuat kita jadi maju.” Pertanyaan renungan yang patut diajukan adalah : ”kapan anda terakhir kali memberikan dukungan/pujian bagi pasangan anda ?

2. Saling menghibur
2Hendaklah kamu saling menanggung beban yang ada di antara kamu, karena dengan demikian kamu memenuhi hukum Al-Masih. (Injil Galatia 6:2)
Hidup ini penuh suka-duka, senang-gembira, naik-turun, sukses-gagal,dan seterusnya. Nah, disaat-saat kita sedang terpuruk (gagal, susah, turun dst) kita membutuhkan pasangan kita untuk memberi penghiburan. Penghiburan ini nampaknya sederhana, namun dampaknya sangat luar
biasa. Coba kita lihat fakta berikut ini :
(a) Pusat-pusat konseling selalu disibukkan dengan banyaknya klien yang minta dukungan doa (ini salah bentuk dari penghiburan)
(b) Ketika kita sedih, akan terasa nyaman kalau ada seseorang yang memberikan bahunya untuk kita bersandar!
(c) Ketika ada orang yang bersedia mendengar keluh kesah atau kesedihan kita, maka beban hidup kita berkurang separo (diambil oleh yang mendengar tadi) Nah, suami istri harus bersedia memberi :
(1) Tangan – untuk membantu pasangan memecahkan kesulitannya
(2) Telinga – untuk mendengarkan kesedihan pasangan
(3) Bahu – untuk tempat bersandar bagi pasangan kita!

3. Saling bersekutu (menghabiskan waktu bersama) 5Sabda Isa kepada mereka,“6Tetapi sejak permulaan penciptaan, Allah menciptakan
laki-laki dan perempuan. 7Seorang laki-laki akan meninggalkan ayah serta ibunya, dan hidup bersama istrinya 8sehingga keduanya menjadi satu. Dengan demikian, mereka bukan lagi dua, melainkan satu. (Injil Markus.10:5-8) Yang dimaksud bersekutu disini bukan hanya berdoa bersama, tapi lebi mengarah kepada menghabiskan waktu bersama! Persekutuan (ikatan hidup) adalah esensi (intisari) dari
pernikahan. Kalau tidak ada persekutuan, maka itu bukan pernikahan, itu hanya kumpul
kebo (tinggal bersama saja). Nah, persekutuan membutuhkan satu hal : WAKTU! Tidak ada persekutuan tanpa adanya kesediaan untuk menghabiskan waktu bersama-sama! Lalu, bagaimana menghabiskan waktu yang berkualitas bersama pasangan ? Berikut ini
sejumlah contoh :
(a) Bercanda bersama – ini nampaknya sepele tapi efeknya luar biasa dahsyat.
Penelitian menunjukkan pernikahan yang kuat adalah pernikahan dimana pasangan suami – istri suka ngobrol hal-hal yang sepele, tapi sering!
(b) Makan bersama – ini lebih baik lagi kalau mengikut sertakan anak-anak
Penelitian menunjukkan bahwa makan bersama bisa mempererat hubungan antar anggota keluarga dan memperdalam komunikasi!
(c) Berlibur bersama – Liburan bersama amat dibutuhkan untuk membangun kebersamaan antar anggota keluarga. Intinya : Persekutuan membutuhkan WAKTU untuk bersama-sama. Tanpa waktu untuk
bersama-sama persekutuan tidak akan kuat!

4. Saling bersikap lembut
2Dengan penuh kerendahan hati, kelemahlembutan,dan kesabaran, hendaklah kamu saling membantu dalam kasih. (Injil Efesus.4:2)
Apa yang dimaksd dengan ”lembut” ? Ini bukan sikap lemah gemulai seperti orang Jawa, tetapi lebih merupakan sikap hati yang penuh pengertian dan kesabaran terhadap orang lain!
Kita sering tidak bisa memahami pasangan kita dan akhirnya kita bertindak kasar! Misalnya:
(a) Memaki – ingat, makian akan menimbulkan kepahitan dalam hati orang yang kita maki
(b) Membentak – ingat, bentakan akan menimbulkan ketakutan pada diri orang yang kita bentak, sehingga akhirnya hubungan menjadi berjarak!
(c) Menempeleng – ingat, istri/pasangan kita bukan sansak hidup untuk latihan tinju! Orang yang lembut, sekalipun dalam keadaan marah tidak akan menggunakan kata-kata yang kasar dan tindakan yang sadis. Dia bisa marah tapi sikapnya tetap terjaga sehingga tidak melukai hati yang dimarahinya! Inilah artinya kelembutan itu. Orang yang lembut berarti memiliki hati yang lembut dan penuh kasih!
5. Saling menerima 7Sebab itu sambutlah seorang akan yang lain, sama seperti Al-Masih telah
menyambut kamu untuk kemuliaan Allah. (Injil Rum15:7) Sudah menjadi sifat manusia untuk mau menerima yang baik, tapi menolak yang jelek!
Nah, sifat ini harus dijauhkan dalam pernikahan. Kita harus bisa menerima keadaan pasangan kita apa adanya! Masalahnya adalah : ketika sedang jatuh cinta, kita melihat apa yang ada dalam diri pasangan kita sebagai sesuatu yang indah. Tapi setelah menikah beberapa tahun, mulailah
nampak banyak hal ”tidak indah” dalam diri pasangan kita. Untuk bisa saling menerima ada beberapa saran. Saran untuk suami :
(a) Terimalah keadaan istri anda apa adanya – meskipun badannya mulai melar!
(b) Terimalah istri anda apa adanya, meskipun lama-lama ketahuan ia sangat cerewet
(bawel)
(c) Terimalah istri anda apa adanya, meskipun akhirnya ketahuan ia tidak bisa masak dsb.
Saran untuk istri :
(1) Terimalah suami anda apa adanya, meskipun semakin lama rambutnya semakin tipis
(botak)
Ketika kita saling menerima (kelebihan + kekurangan) pasangan kita, maka hubungan yang
harmonis akan terjaga. Kita tidak menuntut pasangan kita dan kita tidak dituntut oleh mereka!

Bacalah artikel ini dan bahaslah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan teman dan/atau keluarga anda:
1. Apakah hal-hal yang paling penting menurut anda?
2. Bagaimana artikel ini membantu anda?
3. Bagaimana anda akan menerapkan prinsip-prinsip dari artikel ini?

Kalau bahan kami membantu anda, dan jika anda mempunyai pertanyaan serta beban yang mau didoakan, atau anda ingin mendapatkan informasi lebih lanjut, silahkan HUBUNGI KAMI

Email: siratulmustaqim.org@gmail.com

Situs: http://siratulmustaqim.org/

Facebook: www.facebook.com/Siratulmustaqim.org

Twitter: siratulmustaqi1